Berita Lain

Indeks Berita




Jumat, 25/07/2008 19:07 WIB
Dephub Bekukan AOC Riau Airlines
Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Ditjen Hubud Dephub membekukan AOC Riau Airlines. Kisruh yang terjadi antara manajemen operasional dan chief pilot sebagai biangnya. ( nwk / nwk )

Komentar terkini (7 Komentar)
Agent Ticket, Mohon kepada Dephub, untuk mempertimbangkan dan meninjau kembali mengenai keputusan untuk Membekukan AOC RAL, apalagi hal ini krn dipicu mslh internal RAL.krn hal ini berdampak pada penjualan tiket agent.krn RAL juga merupakan mitra kerja yg baik. ttg safety selama ini RAL sdh menerapkan standart yg ketat apalagi dgn free bagage 15 kg.dan barang bawaan yg dilarang onboard/dangerous goods.juga sangat diperhatikan kok.krn dgn dibekukanya AOC RAL.kami juga dpt komplain dr calon penumpang RAL.....(thanks buat detik.com krn udah dimuat)
Penumpang RAL, Saya, sebagai penumpang Riau Airlines,sangat meyayangkan dengan dibebukannya ijin terbang RAL.krn saya merasakan kehadiran RAL mampu menjangkau hampir semua Provinsi dan kabupaten di P.Sumatra.dan saya betul 2x merasakan manfaatnya.bahkan saya pernah jadi waiting list krn sdg full.bila dpt dipertahankan dgn pelayanan dan jadwal yg lebih baik saya yakin RAL bisa makin maju.DONT GIVE UP RAL.....Bravo RAL....
PIpi aLot, Ditolak jadi Pilot di RAL bagi saya ada hikmahnya, begitu ditolak RAL saya mendapat tawaran kerja di perusahaan Asing di luar negeri, kerja ringan, gaji US.$, kesejahteraan terjamin. saya bersyukur dan terima kasih telah ditolak,...Bye RAL
captain RAL, Ya iyalah gimana ga kisruh manajemen ama kita para pilot. Lha dirutnya Heru Nurhayadi yang lulusan ITB bini-nya ada 2 alias poligami. Gimana kita ga iri, gaji kita dipotong buat bini2nya sih. Dikasih tau jg bandel. Duit buat perbaikan malah dibuat... Gt deh.. Kabarnya malah mau direkrut jadi direksi Eagle Air. Wah bakal berabe tuh.
Mr. Safety First, Wahai top management RAL, buka mata anda tentang arti sebuah keselamatan, anda kurang jalan2 dan memperhatikan masalah safety jangan marah2 tanpa ada juntrungannya. Anda perhatikanlah dan masak anda tidak tahu bahwa perusahaan asing yang sudah GO PUBLIC keselamatan merupakan DUE DILIGENT sebagai parameter apakah perusahaan tersebut sehat apa sekarat. jadi perbaikilah management keselamatan RAL jangan mentang2 otonomi daerah anda memaksakan kehendak anda diatas kekuasaan anda. THINK SAFETY!!!!!!!
speed up, sangat di sayangkan jika satu-satunya perusahaan penerbangan yg dimiliki daerah di cabut AOCnya, paling tidak ini pembelajaran buat management riau airlines kedepan sehingga aspek safety jgn terabaikan,jadi standart iso-nya beneran ndak seh???
bubardeper, Rasanya saya beberapa waktu lalu pernah membaca berita mengenai RAL ini. RAL sebagian sahamnya dimiliki pemerintah daerah Riau. Manajemen RAL dan pejabat pemerintah daerah Riau marah karena Chevron,sebuah perusahaan minyak terbesar di Riau, tidak mau memberikan kontrak penggunaan pesawat untuk kebutuhan operasi perusahaan minyak tersebut kepada RAL. Sekarang baru ketahuan sebabnya. Mana mau perusahaan sebesar itu mempercayakan jasa Airline kepada perusahaan yang manajemennya amburadul dan mengesampingkan faktor keselamatan.
1 

SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Daftar DETIK-ID?

Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

SMS Iklan

kalau anda bingung mau bikin kaos, serahkan pada kami. ahlinya bikin kaos. www.kedai-kaos. com (+62817465491)