Jakarta - Perempuan Indonesia dinilai masih belum bisa menikmati kebebasannya. Banyak kasus menunjukan perempuan dibawah ancaman dan sulit untuk mengekpresikan diri secara maksimal.
( Ari / nwk )
Komentar terkini (19 Komentar)
realita,
sedikit yg maju tapi amat sangat banyak yg set back , pembodohan dan pembelengguan , pakai penutup kepala dan tdk diperbolehkan berekspresi dan dijadikan gula2 poligami . dodol .
CONCOW,
haiiii...nia mau apalgi sih..masih kurang ya...
CONCOW,
mau seperti apa lagi sih...maunya perempuan...ngelihat apa enggak sih si nia dan kawan2 nya nih...jaman skrg tuh..perempuan udh ada dari yg jadi presiden sampai tukang becak..apa kurang apa mau di sekalian aja klu Toilet di jadikan satu aja dengan laki-laki gitu ya....terus biar sama perempuan enggak usah ber payudara...gitu ya...maunya....
yudi,
MASIH KURANG BEBAS???? Lihat kenyataan nya dong sekarang ini, wanita lebih mudah mencari kerja dari pada laki2.
delphi888,
Maklum yang punya pikiran seperti itu [contoh diatas : nia di nata, gadis aviria kan orang yang liberalis, nggak terima kodratnya sebagai wanita, inginnya selalu diatas laki-laki], nggak sedikit kok wanita indonesia berkarir tinggi, nggak sedikit kok wanita mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dengan tenaga pria. Mungkin mereka hanya melihat apa yg terjadi dikota dan diluar negeri [TKI], apa mereka sampai melihat ke pelosok-pelosok wilayah terpencil yang semuanya [pria-wanita] mempunyai tugas masing-masing dan pembagian tugas kerja ?, mereka hanya melihat dari sudut liberalisme aja, apakah mereka melihat dari sudut Agama/kepercayaan ,sosial ?, atau jgn2x mereka buta akan agama dikarenakan dibutakan oleh kaum-kaum liberalisme ???
beruk,
Iya yah.. pelaku pornografi kan kebanyakan perempuan.. karyawan garmen juga perempuan.. mau apa lagi sih.. ribut amat.. tinggal bikin prestasi silahkan bersaing sama laki2 jgn mau diistimewakan katanya persamaan hak..
el_Hadi,
perempuan Indonesia sudah sangat bebas, lihat saja televisi/majalah2, mereka sama sekali bukan obyek melainkan subyek yang menguasai, bahkan terlalu bebas, sampai buah-dada mereka juga hampir BEBAS. Maaf tetapi itulah yang kita lihat.
WARGA,
Laki2 sebagai iman dalam rumahtangga, lelaki wajib memberi nafkah kepada keluarga. Cuma sekarang banyak istri yang menompang hidup keluarga karena suaminya tidak mampu cari nafkah yang cukup. Dari segi intelegensia dan ketrampilan juga wanita banyak yang melebihi pria. Kalau kita meyakini Al Quran sebagai tuntunan disegala zaman, dan rahmat bagi semuanya, maka tafsir Quran harusnya tidak statis.
bahah,
sampai kiamat juga gak bakal bisa menyejajarkan atau menyederajatkan pria dgn wanita selama dalam bidang olahraga pria dan wanita di pisah, itu kan namanya mendudukkan derajat wanita lebih rendah drpd pria secara tidak sadar. tp klo dlm bidang olahraga disatukan wanita dan pria malah keliatan juga wanita gak ada apa-apanya alias emang bener-bener lebih rendah drpd pria. ah ada-ada aja ini yg ingin menyejajarkan pria dan wanita pasti kerjaannya yahudi dan barat lagi.
Omer,
Barangkali yang dimaksud adalah di daerah pedesaan dan luar jawa, soalnya kalo di perkotaan sih relatif nggak ada masalah. Tapi barangkali mbak Nia dkk lupa kalo woman suffrage di Amerika pun baru ada setelah PD II, artinya ratusan tahun setelah kemerdekaannya, itu pun setelah mereka membangun kuat perekonomiannya dan mendidik dengan baik rakyatnya. Jangan disamakan dengan di sini, jangan lupa, tingkat ekonomi dan pendidikan sangat berpengaruh pada demokrasi dan paradigma masyarakat lho.