Kamis, 24/07/2008 18:20 WIB
Golput Politik dan Golput Teknis Beda Tipis
M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta -
Masyarakat masih sering salah kaprah menafsirkan golongan putih (Golput) alias tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. Beda tipis antara golput karena keyakinan politik atau memang tidak terdaftar.
"Ini yang salah kaprah, beti beda tipis. Golput karena sikap politik atau karena tidakrapihnya pendaftaran pemilih," ungkap anggota KPU Sri Nuryanti di Mario's Place, Menteng Huis, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Sri mencontohkan, ada orang yang golput padahal dia terdaftar sebagai pemilih. Namun, kadang-kadang di sejumlah daerah berbenturan dengan adat istiadat tertentu. Banyak warga di desa yang menunda mencoblos karena panen raya misalnya, dia pun terlambat ke TPS.
"Ini kan ngga bisa dikatakan golput, jadi golput karena ketidaksengajaan. Ini kan beda dengan sikap politik atau kesalahan sistem itu tadi," kata perempuan yang juga Ketua Pokja Pemuktahiran Data Pemilih ini.
Lanjut Sri, banyak orang menjadi golput bukan karena sikap politik, tapi memang sudah jenuh dengan pemilihan umum yang sudah ada. Apalagi di satu tempat harus ada pemilihan kepala desa, bupati, walikota, gubernur secara bersamaan dan pemilihan presiden.
"Mereka merasa sudah mengikuti itu semua, tapi kok nggak ada perubahan apa-apa terhadap masyarakat, ini kan persoalannya juga," tandasnya.
Untuk itu, menurut Sri, tidak hanya tugas KPU untuk meyakinkan dan mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih. "Semua harus mengingatkan, ya masyarakat itu sendiri, LSM, pers, juga partai politik," ujarnya lagi.
(zal/fay)
Baca juga :
SMS Iklan
kalau anda bingung mau bikin kaos, serahkan pada kami. ahlinya bikin kaos. www.kedai-kaos. com (+62817465491)
Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).